Langsung ke konten utama

Zuhud dengan apa yg ada di tangan manusia

Ust. Armen Halim Naro

Orang akan selalu menghormatimu selama kamu tidak menginginkan atau mengambil apa yang ada di tangan mereka. Jika kamu melakukannya, mulailah mereka membencimu.

Orang yang mubazir dalam hidupnya, dia akan cepat meminta-minta. Iritlah dan punya hitungan yang tepat pada apa yang dikaruniakan Allah kepadamu.

Jika ingin zuhud dari tangan manusia hendaklah mengembangkan sifat bekerja keras. Dia punya strategi, cita-cita, keinginan, bayangan ke depan dll. Tidak hanya angan-angan akan tetapi melakukannya dengan bekerja keras.

seorang muslim itu memiliki sifat:
1.Qonaah dalam hidup
2. Pandai memutar neraca keuangan. Tepat perhitungan
3. Mengembangkan sifat bekerja keras. 

Jangan pemalas dan jangan lemah. Apalagi seorang pemuda. Allah tidak menyukai seorang pemuda yang tidak memiliki usaha di tangannya.

Kemauan bekerja, benar-benar harus ditekuni. Allah menyukai perbuatan yang ditekuni. Jadi apapun, tekuni. Apalagi zaman sekarang, zaman sepesialisasi/takhossus. Anda seandainya tidak mempunyai keahlian khusus orang akan buang anda. Orang akan campakkan anda ke sudut-sudut. Akan dijadikan timun bungkuk, yang masuk tidak dihitung, keluar pun tidak dilihat.


orang yang tidak memiliki keahlian khusus akan dicampakkan ke sudut-sudut. Seolah ia hanyalah timun bungkuk yang masuk tidak dihitung dan keluarpun tidak dilihat 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

This too Shall pass

Alkisah terdapat seorang Raja yang kaya raya dan senang sekali mengoleksi beraneka ragam hiasan emas. Di kerajaan itu hidup seorang tukang emas yang sangat ahli, sangat kreatif dan bijak bestari, sehingga sang raja menaruh hormat padanya. Mengetahui tukang emas itu sudah semakin lanjut usianya, sang raja datang minta dibuatkan cincin seindah mungkin, siapa tahu cincin itu akan menjadi kenangan terakhir. Singkat cerita, tidak sampai sebulan tukang emas menghadap Raja menyerahkan cincin pesanannya. Sang Raja sangat gembira dan memuji cincinnya yang sangat indah. Namun ketika tukang emas hendak permisi, sang Raja mengajukan satu permintaan: Harap kamu tuliskan kata-kata di cincin ini, kalimat apa yang bisa mengingatkan pengalaman hidupmu yang membuat dirimu dikenal sebagai orang bijak bestari dan dihormati di istana ini.  Tukang emas merenung sepanjang jalan. Berhari-hari, berminggu-minggu dia belum menemukan kalimat apa yang mesti dituliskan. Dia merasa jauh lebih sulit menemukan k...

Hadits Qudsi

Wahai anak Adam Janganlah engkau takut kepada pemilik kekuasaan, selama kekuasaan-Ku  masih ada dan kekuasaan-Ku tidak akan sirna selamanya Wahai anak Adam Janganlah engkau cemaskan sempitnya rezeki, selama perbendaharaan-Ku  masih ada dan perbendaharaan-Ku tidak akan habis selamanya Wahai anak Adam Janganlah meminta kepada selain Aku sementara engkau memiliki  Aku Jika engkau mencari-Ku, engkau akan menemukan Aku Dan jika engkau kehilangan Aku, maka engkau kehilangan seluruh  kebaikan Wahai anak Adam Aku ciptakan engkau untuk beribadah, maka janganlah engkau  bermain-main Dan Aku telah tetapkan bagimu rezekimu, maka janganlah penatkan  ragamu Jika engkau ridha terhadap pembagian-Ku, maka akan Aku tenangkan jiwa  dan ragamu, dan engkau menjadi orang terpandang di sisi-Ku Dan jika engkau tidak ridha terhadap pembagian-Ku, maka Demi Kemuliaan  dan Keperkasaan-Ku, sungguh akan aku bebankan engkau dengan dunia, e...

Pentingnya Memberikan Batasan dan Tanggung Jawab kepada Anak

Pendidikan anak adalah tugas yang kompleks dan penuh tanggung jawab. Salah satu aspek penting dalam membimbing perkembangan anak adalah memberikan batasan dan tanggung jawab yang jelas. Ini adalah bagian penting dalam membantu mereka tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab, mandiri, dan berempati. Mari kita jelajahi mengapa memberikan batasan dan tanggung jawab kepada anak adalah kunci dalam mendidik mereka. ## 1. **Mengajarkan Disiplin** Memberikan batasan kepada anak mengajarkan mereka tentang konsep disiplin. Mereka belajar bahwa tindakan memiliki konsekuensi, baik itu positif atau negatif. Ini membantu mereka mengembangkan pemahaman tentang aturan dan norma sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. ## 2. **Membangun Kemandirian** Tanggung jawab mengajarkan anak-anak untuk mandiri. Ketika mereka diberikan tugas atau tanggung jawab, mereka belajar cara mengatur waktu, bekerja keras, dan menghadapi tantangan. Ini adalah keterampilan penting yang akan mereka gunakan se...